Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

Negara Api Seperti di Film Avatar Benar-benar Ada Di dunia Nyata

Jika Anda penggemar film Avatar The Last Airbender, tentu mengenal kalimat "Tapi semuanya berubah sejak negara api menyerang .."
Sebenarnya ada sebuah negeri yang mendapat julukan Negeri Api, yaitu Azerbaijan.
Azerbaijan, yang terletak di dalam cekungan Laut Kaspia Selatan, adalah salah satu produsen minyak tertua di dunia. Industri minyak di Azerbaijan memproduksi sekitar 800.000 barel minyak per hari dan 1 miliar meter kubik gas per tahun.
Ada begitu banyak cadangan minyak dan gas alam di bawah Semenanjung Absheron dan praktis banyak celah-celah di tanah yang mengeluarkan gas yang mudah terbakar.
Sepanjang Azerbaijan, banyak kebakaran yang telah membakar sejak jaman dahulu dan ini dilaporkan oleh para penulis sejarah seperti Marco Polo pada abad ke-13, dan kemudian oleh penulis terkenal Alexandre Dumas, yang menggambarkan sebuah kuil api Zoroaster dibangun di sekitar api alami.

Fenomena api spontan akibat rembesan gas telah memberikan Azerbaijan sebuah julukan yaitu "Negeri Api" Hal ini juga menciptakan kultus pemujaan api - Zoroastrian, yang pertama kali muncul di wilayah ini lebih dari 2.000 tahun yang lalu sebelum Azerbaijan jatuh ke tangan pemerintahan Islam. Banyak referensi untuk api juga dapat ditemukan dalam cerita rakyat dan budaya Azerbaijan.
Setidaknya ada tiga tempat di mana seseorang dapat mengamati api-api Azerbaijan yang terkenal.
1. Yanar Dag
Yanar Dag, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "gunung yang terbakar", adalah api gas alam yang berkobar terus-menerus di atas bukit dekat Baku, ibukota Azerbaijan.
Api menyembur keluar ke udara setinggi 3 meter dari lapisan batu pasir berpori. Disekitar perapian terbuka ini, udara penuh dengan bau gas. Api alami ini berkobar dengan penuh warna dan terlihat paling mengesankan pada sore hari.




2. Kuil Api Baku

Kuil Api Baku di dekat kota Baku, merupakan situs api abadi yang terkenal di Azerbaijan. Ateshgah berarti "kuil api". Kompleks pentagonal ini, yang memiliki halaman yang dikelilingi oleh ruang untuk biarawan dan altar tetrapillar di tengahnya, dibangun selama abad 17 dan 18.
Api pernah dibahan bakari oleh sebuah lubang dari lapangan gas alam bawah tanah yang terletak langsung di bawah kompleks, tapi eksploitasi besar-besaran dari cadangan gas alam di daerah ini selama masa pemerintahan Soviet, mengakhiri aliran gas alam ke kuil dan memadamkan api suci pada tahun 1969. Ya, semuanya berubah sejak soviet datang menyerang .
Kuil ini kemudian diubah menjadi museum segera setelah api padam. Saat ini, api yang dapat dilihat di sini dibahan bakari oleh pipa gas induk dari kota Baku.
3.Yanar Bulag
Yanar Bulag atau "mata air yang terbakar" terletak ke kota Astara di Azerbaijan selatan. Ini terdiri dari pipa logam yang berdiri di dalam paviliun kecil di mana air mengalir keluar. Mungkin hal ini terlihat biasa, tetapi ketika Anda menyalakan korek api dan menyentuh air, air itu akan terbakar. Hal ini terjadi karena air mengandung metana yang tinggi.
Penduduk setempat percaya bahwa air dari mata air ini memiliki sifat penyembuhan, dan mereka sering meminumnya saat api menyala. Selalu ada orang-orang datang ke mata air ini yang mampir untuk mengisi botol-botol minum mereka dan melanjutkan perjalanan mereka.
(forum.viva.co.id) 


Sabtu, 30 Agustus 2014

Profil Negara Thailand



Nama Resmi                            : Ratcha Anachak Thai; atauPrathēt Thai
Ibukota                                    : Bangkok
Luas                                        : 514,000 km2
Sistem Pemerintahan               : Monarki konstitusional
Kepala Pemerintahan              : Perdana Meneteri
Bahasa Resmi                          : Thai
Mata uang                               : Baht
Letak Astronomis                   : 5°-21° LU dan 97°-106° BT
Letak Geografis
Sebelah utara                           : Laos
Sebelah selatan                        : Malysia, teluk Syam
Sebelah barat                           : Myanmar, laut Andaman
Sebelah timur                          : Laos dan Kamboja
Keadaan Alam                       : Wilayahnya relatif subur karena banyak terdapat gunung api dan lembah-lembah sungai. Kaya akan hasil pertanian, perkebunan, dan hasil-hasil hutan, seperti padi, jagung, tebu, umbi-umbian, buah-buahan tropis, karet, cengkih, kopra, dan berbagai jenis kayu (terutama kayu jati dan kayu besi).
Iklim                                       : beiklim tropis dengan suhu dan kelmbaban tinggi dan didominasi oleh angin muson.
Kegiatan Perekonomian         : Komoditas ekspor Thailand terdiri atas hasil pertanian dan industri. Berbagai barang komoditas ekspor Thailand, yaitu beras, tepung tapioka, karet, kayu, berbagai jenis ikan laut, tembaga, dan timah. Saat ini, Thailand mulai mengekspor hasil industri elektronik dan otomotif.
Pendapatan per kapita             : US$8.300
Komoditas                              : pertanian (beras, tepung tapioka, karet, kayu), perikanan (ikan laut), pertambangan (tembaga, timah)

Penduduk

Sebagian besar orang Thailand adalah anggota kelompok etnis Thai/Lao. Mereka diyakini merupakan keturunan dari orang-orang yang bermigrasi dari China selatan dan tenggara pada tahun 500-an Masehi. Ada juga orang-orang keturunan China, Melayu, Khmer (Kamboja), dan Vietnam. Sejumlah kecil kelompok etnis lain juga ada di Thailand.
Sekitar setengah dari penduduk Thailand tinggal di atau dekat daerah perkotaan di gedung-gedung modern. Lainnya tinggal di desa-desa. Rumah desa tradisional dibangun dari kayu atau bambu. Atapnya terbuat dari rumbia atau seng.
Pakaian gaya Barat sekarang umum di Thailand. Tetapi beberapa orang Thai di daerah pedesaan mengenakan pakaian tradisional. Baik pria maupun wanita memakai pakaian panjang dan longgar yang disebut sarung, dan laki-laki kadang-kadang memakai cawat. Dalam rumah-rumah pribadi, anggota keluarga dan tamu tidak memakai alas kaki.
Bahasa
Bahasa resmi negara adalah bahasa Thai. Kebanyakan orang berbicara dengan dialek Bangkok. Bahasa Inggris secara luas diajarkan di sekolah dan banyak orang Thai mampu menggunakannya dengan lancar.
Agama
Kebanyakan orang Thailand beragama Budha. Seluruh negara dihiasi dengan ribuan candi Budha yang disebut wat. Setiap laki-laki Thailand diharapkan bisa melayani di wat selama minimal tiga bulan. Setiap hari saat fajar, para biksu Budha pergi di antara orang-orang untuk menerima makanan. Pada hari-hari suci dan selama festival, orang-orang membawa makanan untuk wat. Hampir 5 persen dari populasi Thailand adalah Muslim.
Pendidikan
Sistem sekolah Thailand memiliki tiga tingkat utama: pendidikan dasar, menengah (termasuk sekolah menengah), dan pendidikan tinggi. Di masa lalu, hanya pendidikan dasar yang diwajibkan. Namun, sejak tahun 1997 pendidikan hingga sekolah menengah (dua belas tahun) wajib dan juga gratis.
Thailand memiliki banyak universitas. Yang paling tua dan paling bergengsi adalah Chulalongkorn dan Thammasat, keduanya di Bangkok. Rasa hormat orang Thai pada pendidikan tercermin dalam tingkat melek huruf negara yang tinggi, berada di atas 90 persen.
Makanan
Nasi adalah makanan pokok. Masakan Thailand sangat pedas. Biasanya mencakup banyak sayuran dengan ikan, daging babi, atau ayam. Kecap ikan, cabai, dan cabai pasta adalah bahan utama dalam masakan Thailand. Buah-buahan tropis juga merupakan bagian dari sajian Thailand.
Olahraga dan Rekreasi
Tinju tradisional Thailand (Thai boxing) adalah salah satu olahraga favorit. Favorit lain adalah takraw, persilangan antara sepak bola dan voli. Olahraga Barat seperti basket dan tenis juga menjadi populer.

Bentang Alam

Thailand terletak di pusat Asia Tenggara. Negara ini berbatasan dengan Myanmar, Laos, Kamboja, dan Malaysia.
Negara ini terdiri atas empat bidang wilayah yang berbeda. Wilayah daratan tengah adalah daerah yang paling padat penduduknya dan subur di negara itu. Wilayah barat laut bergunung-gunung dan mencakup sebagian besar hutan tropis di negara itu. Titik tertinggi Thailand, Doi Inthanon (2.576 meter), terletak di sana.
Wilayah timur laut, atau Dataran Tinggi Khorat, memiliki tanah yang buruk yang tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Wilayah selatan adalah jalur sempit tanah di Semenanjung Malaya, yang merupakan milik Thailand dan Malaysia. Wilayahnya terdiri atas pegunungan berhutan lebat.
Sungai dan Perairan Pesisir
Thailand memiliki dua sistem sungai utama, Chao Phraya (atau Me Nam) dan Mun. Bersama dengan empat cabang terbesarnya, Chao Phraya mengalir baik ke Thailand utara maupun ke dataran tengah. Sungai Mun mengalir di timur laut Thailand. Sungai ini mengalir ke Mekong, salah satu sungai utama di Asia.
Thailand juga memiliki garis pantai sekitar 3.200 kilometer di sepanjang Teluk Thailand dan Laut Andaman. Phuket, pulau terbesar di negara itu, ada di lepas pantai barat daya di Laut Andaman.
Iklim
Thailand memiliki iklim tropis dengan tiga musim: panas, hujan, dan dingin. Suhu rata-rata untuk sebagian besar negara berkisar dari sekitar 18 sampai 35 ° C, tergantung pada musim dan elevasi. Curah hujan tahunan bervariasi, berkisar dari sekitar 1.000 mm di dataran tengah hingga sekitar 5.600 mm di semenanjung selatan.
Sumber Daya Alam
Tanah yang subur adalah sumber daya alam utama Thailand. Wilayah daratan tengah adalah salah satu daerah yang paling produktif di dunia untuk menanam padi. Perairan pesisir Thailand kaya akan kehidupan laut, meskipun telah habis dalam beberapa tahun terakhir.
Timah adalah mineral yang paling penting dan ekspor utama di negeri ini. Thailand merupakan produsen tungsten terbesar kedua dan produsen timah terbesar ketiga di dunia. Deposit mineral lainnya meliputi gas alam, batu bara muda (brown coal), dan gipsum.
Hutan pernah menjadi sumber jati dan kayu berharga lainnya. Tapi penebangan dan pertanian telah secara drastis mengurangi wilayah hutan negara. Pembalakan dilarang pada tahun 1989, dan hutan hujan Thailand yang tersisa menjadi sumber obat-obatan yang semakin penting.

Ekonomi

Sejak tahun 1960, kebijakan pemerintah telah mengonversi Thailand dari negara pertanian ke industri. Antara tahun 1985 dan 1995, Thailand memiliki salah satu tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Negara ini terutama didorong oleh pembuatan barang untuk ekspor. Barang ini meliputi pakaian, mainan, sirkuit terpadu, dan bagian alat elektronik. Namun, setelah tahun 1997, perekonomian menurun. Banyak perusahaan bangkrut dan pengangguran meluas.
Untuk merangsang pertumbuhan industri di selatan, pemerintah Thailand, bersama dengan pemerintah Malaysia, membangun jaringan pipa gas sepanjang 375 kilometer. Jaringan ini dimulai dari perbatasan Thailand dengan Malaysia hingga ke Teluk Thailand. Proyek yang dimulai pada tahun 2003 ini selesai pada tahun 2007.
Jasa
Jasa menyumbang sekitar 50 persen dari perekonomian Thailand. Sektor ini mencakup jasa pribadi dan bisnis, perdagangan grosir dan eceran, keuangan, asuransi, real estate, transportasi, utilitas, dan komunikasi. Bisnis yang terkait dengan pariwisata juga termasuk dalam sektor jasa.
Manufaktur
Manufaktur menyumbang 35 persen dari perekonomian Thailand. Item yang diproduksi meliputi tekstil dan pakaian, minuman, produk tembakau, semen, dan perhiasan. Barang-barang manufaktur lainnya adalah peralatan dan komponen listrik, komputer dan bagian-bagian komputer, sirkuit terpadu, furnitur, dan plastik.
Pertanian
Ekonomi Thailand tidak lagi berbasis pertanian. Namun, lebih dari setengah penduduknya masih terlibat dalam beberapa kegiatan pertanian. Thailand tetap menjadi salah satu eksportir utama dunia dari produk-produk pertanian, seperti beras, singkong, karet, tebu, kedelai, dan buah-buahan.

Kota-kota Besar

Bangkok adalah ibu kota, kota terbesar, pelabuhan utama, dan pusat ekonomi dan budaya Thailand. Bangkok juga merupakan salah satu kota besar di Asia Tenggara. Wilayah metropolitan Bangkok, yang meliputi bagian dari beberapa kota yang berdekatan -Nonthaburi, Pathum Thani, Samut Prakan, dan Nakhon Pathom- memiliki populasi sekitar 12 juta. Nama Thai untuk kota Bangkok adalah Krung Thep, atau “City of Angels.” Orang-orang dari seluruh negeri datang untuk bekerja, belajar, dan berwisata, atau beribadah di banyak kuil Budha yang indah.
Kota penting lainnya adalah Chiang Mai, pusat budaya dan agama di utara. Ratusan kuil Budha menjadikan kota ini salah satu tujuan wisata yang paling penting di kawasan itu. Songkhla, di semenanjung, merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan. Nakhon Si Thammarat, juga di semenanjung, adalah salah satu pusat Budha tertua di Thailand. Dan Nakhon Ratchasima, di timur, merupakan pusat perdagangan dan industri.

Warisan Budaya

Musik
Musik rakyat populer dengan kebanyakan orang Thai, terutama di timur laut. Tapi banyak orang Thai mendengarkan musik pop dan rock. Musik klasik Thai, dulu terbatas pada istana, juga populer. Musisi sering ditampilkan dengan ansambel yang disebut piphat. Piphat meliputi simbal, gong, drum, dan alat musik tiup mirip dengan oboe.
Seni
Seni tradisional Thailand sifatnya relijius dan mencakup patung, lukisan, dan arsitektur candi. Pengrajin Thai dikenal karena tekstil mereka yang indah, terutama sutra, serta furnitur bambu dan rotan.
Sastra
Sastra paling awal Thailand ditulis pada tahun 1200-an. Sastra itu sering menampilkan tema yang berhubungan dengan agama atau raja. Penulis modern Thailand yang terkemuka misalnya Dok Mai Sot, Si Burapha, Kukrit Pramoj, dan Jit Phoumisak.
Teater dan Tari
Bentuk paling terkenal dari teater tradisional Thailand adalah khon. Khon adalah sebuah drama koreografis yang didasari pada tema Hindu. Pertunjukan ini dilakukan oleh penari dengan kostum dan masker yang rumit. Bentuk lain dari teater adalah lakhon dan likay, yang lebih informal. Teater ini juga mendramatisir suatu tema.

Pemerintah

Sampai tahun 1932, Thailand adalah sebuah monarki absolut. Pada tahun 1932, setelah revolusi tak berdarah, pemerintah menjadi monarki konstitusional. Raja sekarang menjabat sebagai kepala negara tetapi memiliki sedikit kekuatan politik. Raja Thailand saat ini adalah Bhumibol Adulyadej (Rama IX), yang menduduki takhta sejak tahun 1946. Dia adalah raja terlama yang masih hidup di dunia.
Lembaga legislatif adalah Majelis Nasional yang terdiri atas dua kamar, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Senator, sebelumnya ditunjuk oleh raja, telah dipilih sejak tahun 2000 untuk masa jabatan 6 tahun. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan 4 tahun. Perdana menteri, yang merupakan kepala pemerintahan, harus menjadi anggota DPR dan dipilih oleh badan itu.

Profil Negara Kesultanan Brunei Darussalam

Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang terletak di Asia Tenggara. Letaknya di bagian utara Pulau Borneo/Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei terdiri dari dua bagian yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia. Negara ini terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Nama Borneo diberikan oleh orang-orang Inggris berdasarkan nama wilayah ini karena pada masa lalu orang Eropa berdagang melalui bandar di Brunei sebagai bandar perniagaan terbesar di pulau ini.
PROFILE SINGKAT
Nama resmi : Negara Brunei Darussalam (melayu arab: بروني دارالسلام)
Lagu kebangsaan: Allah Peliharakan Sultan
Motto: Selalu menuruti arahan Tuhan
Ibu kota (dan kota terbesar) : Bandar Seri Begawan
Bahasa resmi : Melayu
Pemerintahan : Monarki absolut Islam
– Sultan : Hassanal Bolkiah
– Pangeran (Putra mahkota) : Al-Muhtadee Billah
Formasi :
– Sultan : Abad ke 14
– Akhir Protektor Inggris : 1 Januari 1984
Luas wilayah :
– Total : 5.765 km2
– Air (%) : 8.6%
Penduduk :
– Perkiraan Juli 2008 : 381,371 jiwa
– Kepadatan : 66/km2
PDB (KKB) : Perkiraan 2007
– Total : $19.640 billion (ke-114)
– Per kapita : $51,000 (ke-5)
IPM (2008) :▲ 0.919 (high) (ke-27)
Mata uang : Brunei dollar (BND)
Zona waktu : (UTC+8)
Lajur kemudi : kiri
Ranah Internet : .bn
Kode telepon : +673
ASAL-USUL BRUNEI
Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada Batu Tarsilah yang menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei yang dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19, memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807).
Brunei adalah sebuah negara tua di antara kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Keberadaan Brunei Tua ini diperoleh berdasarkan kepada catatan Arab, Cina dan tradisi lisan. Dalam catatan Sejarah Cina dikenal dengan nama Po-li, Po-lo, Poni atau Puni dan Bunlai. Dalam catatan Arab dikenali dengan Dzabaj atau Randj.
Catatan tradisi lisan diperoleh dari Syair Awang Semaun yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan baru nah yaitu setelah rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negeri baru. Setelah mendapatkan kawasan tersebut yang memiliki kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit, air, mudah untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di sungai, maka mereka pun mengucapkan perkataan baru nah yang berarti tempat itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri seperti yang mereka inginkan. Kemudian perkataan baru nah itu lama kelamaan berubah menjadi Brunei.
Replika stupa yang dapat ditemukan di Pusat Sejarah Brunei menjelaskan bahwa agama Hindu-Buddha pada suatu masa dahulu pernah dianut oleh penduduk Brunei. Sebab telah menjadi kebiasaan dari para musafir agama tersebut, apabila mereka sampai di suatu tempat, mereka akan mendirikan stupa sebagai tanda serta pemberitahuan mengenai kedatangan mereka untuk mengembangkan agama tersebut di tempat itu. Replika batu nisan P’u Kung Chih Mu, batu nisan Rokayah binti Sultan Abdul Majid ibni Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan, dan batu nisan Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula menggambarkan mengenai kedatangan agama Islam di Brunei yang dibawa oleh musafir, pedagang dan mubaligh-mubaliqh Islam, sehingga agama Islam itu berpengaruh dan mendapat tempat baik penduduk lokal maupun keluarga kerajaan Brunei.
Islam mulai berkembang dengan pesat di Kesultanan Brunei sejak Syarif Ali diangkat menjadi Sultan Brunei ke-3 pada tahun 1425 M. Sultan Syarif Ali adalah seorang Ahlul Bait dari keturunan / pancir dari Cucu Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam yaitu Amirul Mukminin Hasan / Syaidina Hasan sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / prasasti dari abad ke-18 M yang terdapat di Bandar Sri Begawan, Brunei. Keturunan Sultan Syarif Ali ini kemudian juga berkembang menurunkan Sultan-Sultan disekitar wilayah Kesultanan Brunei yaitu menurunkan Sultan-Sultan Sambas dan Sultan-Sultan Sulu.
SEJARAH BRUNEI
Para peneliti sejarah telah mempercayai terdapat sebuah kerajaan lain sebelum berdirinya Kesultanan Brunei kini, yang disebut orang Tiongkok sebagai Po-ni. Catatan orang Tiongkok dan orang Arab menunjukkan bahwa kerajaan perdagangan kuno ini ada di muara Sungai Brunei awal abad ke-7 atau ke-8. Kerajaan itu memiliki wilayah yang cukup luas meliputi Sabah, Brunei dan Sarawak yang berpusat di Brunei. Kesultanan Brunei juga merupakan pusat perdagangan dengan China. Kerajaan awal ini pernah ditaklukkan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra pada awal abad ke-9 Masehi dan seterusnya menguasai Borneo utara dan gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga pernah menjadi taklukan (vazal) Kerajaan Majapahit yang berpusat di pulau Jawa. Nama Brunai tercantum dalam Negarakertagama sebagai daerah bawahan Majapahit. Kekuasaan Majapahit tidaklah lama karena setelah Hayam Wuruk wafat Brunai membebaskan diri dan kembali sebagai sebuah negeri yang merdeka dan pusat perdagangan penting.
Pada awal abad ke-15, Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara telah menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mengambil alih perdagangan Brunei. Perubahan ini menyebabkan agama Islam tersebar di wilayah Brunei oleh pedagangnya pada akhir abad ke-15. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, telah menyebabkan Sultan Brunei mengambil alih kepimpinan Islam dari Melaka, sehingga Kesultanan Brunei mencapai zaman kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 sewaktu memperluas kekuasaannya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di sebelah utaranya. Semasa pemerintahan Sultan Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan baginda di laut, malah pernah seketika menaklukkan Manila. kesultanan Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke Luzon dan Sulu serta di sebelah selatan dan barat Kalimantan; dan pada zaman pemerintahan sultan yang kesembilan, Hassan (1605-1619), yang membangun susunan aturan adat istiadat kerajaan dan istana yang masih kekal hingga hari ini.
Pada tahun 1658 Sultan Brunei menghadiahkan kawasan timur laut Kalimantan kepada Sultan Sulu di Filipina Selatan sebagai penghargaan terhadap Sultan Sulu dalam menyelesaikan perang saudara di antara Sultan Abdul Mubin dengan Pengeran Mohidin. Persengketaan dalam kerajaan Brunei merupakan satu faktor yang menyebabkan kejatuhan kerajaan tersebut, yang bersumber dari pergolakan dalam disebabkan perebutan kuasa antara ahli waris kerajaan, juga disebabkan timbulnya pengaruh kuasa penjajah Eropa di rantau sebelah sini, yang menggugat corak perdagangan tradisi, serta memusnahkan asas ekonomi Brunei dan kesultanan Asia Tenggara yang lain.
Pada Tahun 1839, James Brooke dari Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja di sana serta menyerang Brunei, sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Sebagai balasan, ia dilantik menjadi gubernur dan kemudian “Rajah” Sarawak di Barat Laut Borneo sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Pada tanggal 19 Desember 1846, pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. Sedikit demi sedikit wilayah Brunei jatuh ke tangan Inggris melalui perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di bawah protektorat Inggris sampai berdiri sendiri tahun 1984.
Pada masa yang sama, Persekutuan Borneo Utara Britania sedang meluaskan penguasaannya di Timur Laut Borneo. Pada tahun 1888, Brunei menjadi sebuah negeri di bawah perlindungan kerajaan Britania dengan mengekalkan kedaulatan dalam negerinya, tetapi dengan urusan luar negara tetap diawasi Britania. Pada tahun 1906, Brunei menerima suatu lagi langkah perluasan kekuasaan Britania saat kekuasaan eksekutif dipindahkan kepada seorang residen Britania, yang menasihati baginda Sultan dalam semua perkara, kecuali yang bersangkut-paut dengan adat istiadat setempat dan agama.
Pada tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa memerintah kecuali dalam isu hubungan luar negeri, keamanan dan pertahanan di mana isu-isu ini menjadi tanggung jawab Britania. Percobaan untuk membentuk sebuah badan perundangan pada tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan oleh partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei dan dengan bantuan Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas. Pada akhir 1950 dan awal 1960, kerajaan Brunei ketika itu menolak rencana (walaupun pada awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak, dan Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya Sultan Brunei ketika itu berkehendak untuk membentuk sebuah negara yang merdeka.
Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putra sulungnya Hassanal Bolkiah, menjadi Sultan Brunei ke-29. Baginda juga berkenan menjadi Menteri Pertahanan setelah Brunei mencapai kemmerdekaan penuh dan disandangkan gelar Paduka Seri Begawan Sultan. Pada tahun 1970, pusat pemerintahan negeri Brunei Town, telah diubah namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk mengenang jasa baginda. Baginda mangkat pada tahun 1986.
Pada 4 Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan.
Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai kemerdekaan sepenuhnya.
Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada masa lalu, dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu, serta sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki absolut berdasar hukum islam dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.
Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.
Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.
stana dengan kubah emas
Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), RRC dan Republik Cina. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

DAFTAR RAJA-RAJA BRUNEI
Raja-raja Brunai Darusalam yang memerintah sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni:
1. Sultan Muhammad Shah (1383 – 1402)
2. Sultan Ahmad (1408 – 1425)
3. sultan Syarif Ali (1425 – 1432)
4. Sultan Sulaiman (1432 – 1485)
5. Sultan Bolkiah (1485 – 1524)
6. Sultan Abdul Kahar (1524 – 1530)
7. Sultan Saiful Rizal (1533 – 1581)
8. Sultan Shah Brunei (1581 – 1582)
9. Sultan Muhammad Hasan (1582 – 1598)
10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 – 1659)
11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1669 – 1660)
12. Sultan Haji Muhammad Ali (1660 – 1661)
13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661 – 1673)
14. Sultan Muhyiddin (1673 – 1690)
15. Sultan Nasruddin (1690 – 1710)
16. Sultan Husin Kamaluddin (1710 – 1730) (1737 – 1740)
17. Sultan Muhammad Alauddin (1730 – 1737)
18. Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795)
19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807)
20. Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804)
21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826)
22. Sultan Muhammad Alam (1826-1828)
23. Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852)
24. Sultan Abdul Momin (1852-1885)
25. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906)
26. Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924)
27. Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950)
28. Sultan Omar ‘Ali Saifuddien III (1950-1967)
29. Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-kini)
PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRATIF
Brunei dibagi atas 4 (empat) distrik, yaitu:
No. District Ibukota Populasi
1. Belait                       : Kuala Belait 109,000
2. Brunei-Muara          : Bandar Seri Begawan 380,000
3. Temburong              : Pekan Bangar 10,000
4. Tutong                     : Pekan Tutong 56,000



Distrik-distrik Brunei dibagi lagi menjadi 33 mukim, yaitu:
Rank. > Mukim > Populasi > Kota > District
1 Sengkurong > 71,700 > Jerudong > Brunei-Muara
2 Gadong A & Gadong B > 59,610 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
3 Berakas A > 57,500 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
4 Kuala Belait > 35,500 > Kuala Belait > Belait
5 Seria > 32,900 > Seria Town (Pekan Seria) > Belait
6 Kilanas > 31,400 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
7 Sungai Liang > 18,100 > None > Belait
8 Pengkalan Batu > 15,000 > None > Brunei-Muara
9 Kota Batu > 14,924 > Bandar Seri Begawan >Brunei-Muara
10 Pekan Tutong > 13,000 > Tutong Town (Pekan Tutong) > Tutong
11 Berakas B > 12,017 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
12 Mentiri > 10,872 > None > Brunei-Muara
13 Serasa > 10,000 > Muara Town (Pekan Muara) > Brunei-Muara
14 Kianggeh > 8,540 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
15 Burong Pinggai Ayer > 8,200 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
16 Keriam > 8,000 > None > Tutong
17 Lumapas > 7,458 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
18 Kiudang > 7,000 > None > Tutong
19 Saba > 6,600 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
20 Sungai Kedayan > 6,000 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
21 Sungai Kebun > 5,460 > Bandar Seri Begawan > Brunei-Muara
22 Bangar > 5,000 > Bangar > Temburong
23 Bokok > 2,000 > None > Temburong
24 Telisai > 1,287 > None > Tutong
25 Labi > 1,200 > None > Belait
26 Labu > 1,100 > None > Temburong
27 Kuala Balai > 1,081 > None > Belait
28 Tanjong Maya > 1,000 > None > Tutong
29 Batu Apoi > 807 > None > Temburong
30 Labi > 700 > None > Belait
31 Rambai > 239 > None > Tutong
32 Amo > 210 > None > Temburong
33 Melilas > 193 > None > Belait

GEOGRAFI
Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini.
Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.
EKONOMI
Ekonomi negara kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahawa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa hadapan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pariwisata, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencoba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.
Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura.
Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana ketika dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perekonomian Brunei di masa yang akan datang.
DEMOGRAFI
Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu (66,3%). Kelompok etnik minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 11.2% jumlah penduduknya. disusul penduduk asli/dayak (3.4%) dan suku-suku lainnya (19.1%). Etnis-etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.
Islam ialah agama resmi Brunei (67%), dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa[13%]), agama Kristen (10%), serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil [10%]).
BUDAYA
Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Hindu dan Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir dan dua botol miras setiap kali mereka masuk negara ini. Setelah pemberlakuan larangan pada awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup.