Powered By Blogger

Kamis, 07 Agustus 2014

Sky Power Chapter 23


"Berhenti bermain-main dengankuuu. . . ! !" Blue berteriak dan langsung menyerang. Ia kembali mengayun pedangnya ke arah Iluvera. Namun tak ada tanda Iluvera akan menghindar. Dan tiba-tiba, Blue menghentikan ayunan pedangnya beberapa mili sebelum menyentuh tubuh Blue. Blue tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Kenapa kau tak menghindar?" tanya Blue yang masih mengacungkan pedangnya ke arah Iluvera.
"Bukankah aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau menghentikan pedangmu?" balas Iluvera yang masih bisa tersenyum genit.
"Ciih. . . Benar-benar menyebalkan!" sahut Blue menarik kembali pedangnya.
"ehmmmm. . . ? ? ?" Iluvera meletakan jemarinya di pelipis seakan ia berfikir. Blue semakin bingung dengan tingkah konyol lawannya tersebut.
"Aku pikir, kau akan menggunakan pedangmu untuk merobek-robek dan melucuti pakaianku, itulah sebabnya aku tak mau menghindar. Kyaaaa. . . Itu adalah momen yang paling aku tunggu darimu Ferry sayaaaanngg . . . ! ! ! Aaahh. . . ? ?" Iluvera benar-benar menikmati pertarungan kali ini.
"Ih, bisa serius nggak siiihhh . . . . ! ! !" tingkah genit Iluvera justru membuat ia frustasi.
"Baiklah, ayo kita mulai!" Iluvera mulai serius. Ia kini mulai menyerang. Namun pukulannya terasa agak lemah oleh Blue, hingga dengan mudah ia hindari.
'Aneh, apakah ia selamah ini?' batin Blue berkata. Ia berhasil menghindari beberapa serangan Iluvera. Blue menebaskan pedangnya, Iluvera tak sempat menghindar. Namun lagi-lagi Blue menghentikan serangannya beberapa saat sebelum pedangnya mengenai punggung Iluvera.
'Sial, kenapa. . . ? ?'
"Hiiaaa. . .! ! !" Iluvera berhasil memukul Blue yang lengah hingga terpental.
'Apa yang terjadi . . ? ?' Blue benar-benar bingung.
"Kenapaaa. . . ? ? ?"
"Ku akui, kau adalah Sky Power yang berpotensi menjadi yang terkuat. Tapi itu tak akan cukup untuk mengalahkan aku" ujar Iluvera yang masih terlihat tenang.
"Dulu, aku dianggap tak pantas untuk bergabung dengan Sky Power, karena aku sangat takut melihat orang terluka. Aku juga sangat membenci darah. Prof. Indra menyuruhku untuk belajar dan kuliah di bidang kedokteran. Ia ingin menciptakan Sky Power yang ahli di bidang anatomi tubuh dan pengobatan. Karena ia yakin, ini adalah bidang yang tepat untukku agar aku berguna bagi Sky Power. Meski pengalaman telah membuatku sedikit memiliki kekejaman dalam bertarung. Ia mengangkatku sebagai asistennya untuk proyek penciptaan Sky Warior yang baru" ujar Iluvera meneruskannya.
"Tapi, itu bukan unique powerku yang sesungguhnya. Apapun itu alasannya, Sky Power sejatinya diciptakan untuk bertarung. Itulah sebabnya, Prof. Indra memberiku sebuah kekuatan untuk bisa mengalahkan lawan tanpa harus melukainya" sambungnya.
"Mengalahkan lawan tanpa harus melukainya?" Blue masih tak mengerti.
"Aku bisa mengalahkan bahkan membunuhku dengan menyerang dan memanipulasi mental, ingatan serta imajinasinya, tanpa perlu melukainya secara fisik. Dengan kata lain, aku bukan hanya Sky Warior ahli medis, tapi juga master ilusi!" ujarnya.
"Kau tahu apa arti ciumanku pada keningmu itu?" tanya Iluvera menjelaskan. Blue mengingat kejadian itu. Namun ia tetap tak mengerti.
"Itu adalah segel dari 'Sugesti Cinta'. Dan sayangnya, itu adalah jenis 'Invinitive Sugestion'!" lanjutnya.
'Aku tak sepenuhnya paham, tapi aku yakin ini pasti buruk' Blue berkata dalam hatinya.
"Pedangmu tak bisa mengores tubuhku, itu adalah efek dari Sugesti Cinta. Kau tak akan pernah tega untuk melukaiku. Dengan kata lain, kau tak akan mungkin bisa mengalahkanku!" ucapan Iluvera membuat Blue khawatir. Namun berusaha tetap yakin.
"Aku tak percaya dengan ucapanmuuu. . . ! ! ! Haaa. . . ! ! !" Blue berusaha kembali menyerang. Namun benar saja, hatinya merasa begitu segan dan tak tega melukai Iluvera. Serangannya semakin melemah tatkala mendekati tubuh Iluvera, hingga dengan mudah Iluvera menyarangkan pukulannya sebelum serangan Blue mengenainya. Blue terjatuh dan begitu putus asa. Ia telah kehabisan cara untuk mengalahkan wanita tersebut.
"Sepertinya, aku berhasil membuatmu menjadi seorang pria sejati. Sekuat apapun pria tercipta, ia tak akan tega melukai seorang wanita yang lemah" Iluvera mencoba sedikit menghibur. Blue melempar pedangnya. Iluvera mengira, mungkin Blue telah menyerah. Namun dugaannya salah. Kali ini, Blue menyerang dengan tangan kosong. Ia berfikir mungkin dengan tangan kosong, ia bisa meninggalkan ketidaktegaannya. Iluvera terkejut, namun ia tetap tak bergerak. Dan lagi-lagi, kali ini pukulan Blue kembali terhenti sesaat sebelum mengenai wajah Iluvera. Iluvera kembali menyarangkan beberapa serangannya hingga membuat ia terdesak.
"Sudah ku katakan percuma. Serangan jenis apapun tak akan sanggup membuatmu tega menyakitiku"
"Aku tak peduliiii . . . ! ! !" Blue belum menyerah, ia kembali melancarkan serangan. Iluvera terkejut karena pukulan Blue kali benar-benar akan mengenai wajahnya. Namun pukulan itu masih terlalu lemah. Dan dengan mudah Iluvera menghindar. Ia menarik tubuh Blue dan mendekap erat tubuhnya.
Blue yang diperlakukan seperti itu medadak kaget dan dan langsung terdiam. Tubuhnya gemetar tak karuan. Iluvera membelai lembut tubuh Blue.
"Hentikan seranganmu Blue. Itu semua percuma. Aku tak mau melukaimu" bisik Iluvera sambil tersenyum genit. Tiba-tiba, Iluvera melepaskan pukulan pada Blue hingga jatuh tersungkur.
"Kau tak perlu khawatir. Aku belum mendapat tugas untuk membawa kamu pulang. Sekarang aku hanya akan membawa Replician" ujar Iluvera.

"Berhenti. . . ! ! Aku belum menyerah!" Blue mencoba kembali bangkit, namun tubuhnya terasa begitu lemah.
"Apa kau juga tak tahu apa alasanku memeluk tubuhmu?" sahut Iluvera. Tentu saja Blue tak tahu.
"Itu bukan semata-mata karena aku merindukan kehangatan tubuhmu. Pelukanku tadi telah menyegel kekuataanmu. Kau tak akan bisa menggunakan kekuatanmu lagi" perkataan Iluvera sangat mengejutkan bagi Blue. Dan benar saja, tubuhnya tak mampu lagi digerakan.
"Terkadang, kekuatan hanya bisa dikalahkan dengan kecerdasan. Dan teori itu terbukti sekarang" ujar Iluvera tersenyum.
"Kau tak usah khawatir, itu hanya semantara. Sampai ketemu lagi Blue. . ." Iluvera membawa Replician pergi.
"Tunggu. . . ! !" Blue mencoba menghentikan. Namun tubuhnya terlalu lemah.
"Oh iya, ada satu hal lagi yang perlu aku ingatkan" Iluvera kembali menoleh ke arah Blue yang terlihat payah.
"Saya sarankan, segera tinggalkan tempat ini. Kecuali jika kau ingin merasakan dingin dan pengapnya ruang tahanan!" Iluvera akhirnya pergi.
Benar saja, beberapa saat setelah Iluvera pergi, satuan polisi telah menggerebeknya.
"Jangan bergeraaakkk. . . ! ! !" gertak salah satu anggota polisi.
"Angkat tanganmuuu. . . ! ! !" Blue tak bisa berbuat apa-apa. Polisi akhirnya berhasil membekuk Blue dan menjebloskannya ke penjara.
Kini, Blue benar-benar berada di puncak keputusasaan. Ia berharap semoga kekuatannya segera pulih sebelum pengadilan atas dirinya dilaksanakan. Berita tentang penangkapan Blue, sang penculik wali kota segera menyebar melalui media surat kabar, elektronik maupun digital. Banyak masyarakat yang lega atas tertangkapnya penjahat yang juga menjadi pelaku perampokan di sebuah bank swasta. Meski mereka tak sadar, Blue yang kini meringkuk di tahanan bukanlah pelaku sebenarnya.

***
Sudah hampir dua hari Blue mendekam dalam tahanan, namun ia belum merasakan tanda-tanda kekuatannya kembali. Ia terpaksa harus lebih bersabar. Ia mulai menyadari, ini adalah bagian dariresiko yang harus siap untuk dihadapinya.
Seorang sipir penjara datang menemuinya. Sipir tersebut membuka pintu ruang tahanan yang ditempati Blue. Blue merasa heran apa yang akan terjadi.
"Blue, kau boleh keluar dari tahanan ini!" ujar sang sipir. Blue masih tak paham apa maksud semua ini.
"Kau bebas Blue!" terdengar seorang pria berbicara padanya. Blue penasaran dengan pemilik suara tersebut. Dan ternyata, Blue sangat kaget setelah mengetahui pria tersebut.
"Paman. . . ? ? ?"
"Ya Blue, ini aku" Pria tersebut adalah pria yang Blue selamatkan ketika disandra Blue palsu alias Replician.

To Be Continued
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar