Powered By Blogger

Sabtu, 30 Agustus 2014

Profil Negara Thailand



Nama Resmi                            : Ratcha Anachak Thai; atauPrathēt Thai
Ibukota                                    : Bangkok
Luas                                        : 514,000 km2
Sistem Pemerintahan               : Monarki konstitusional
Kepala Pemerintahan              : Perdana Meneteri
Bahasa Resmi                          : Thai
Mata uang                               : Baht
Letak Astronomis                   : 5°-21° LU dan 97°-106° BT
Letak Geografis
Sebelah utara                           : Laos
Sebelah selatan                        : Malysia, teluk Syam
Sebelah barat                           : Myanmar, laut Andaman
Sebelah timur                          : Laos dan Kamboja
Keadaan Alam                       : Wilayahnya relatif subur karena banyak terdapat gunung api dan lembah-lembah sungai. Kaya akan hasil pertanian, perkebunan, dan hasil-hasil hutan, seperti padi, jagung, tebu, umbi-umbian, buah-buahan tropis, karet, cengkih, kopra, dan berbagai jenis kayu (terutama kayu jati dan kayu besi).
Iklim                                       : beiklim tropis dengan suhu dan kelmbaban tinggi dan didominasi oleh angin muson.
Kegiatan Perekonomian         : Komoditas ekspor Thailand terdiri atas hasil pertanian dan industri. Berbagai barang komoditas ekspor Thailand, yaitu beras, tepung tapioka, karet, kayu, berbagai jenis ikan laut, tembaga, dan timah. Saat ini, Thailand mulai mengekspor hasil industri elektronik dan otomotif.
Pendapatan per kapita             : US$8.300
Komoditas                              : pertanian (beras, tepung tapioka, karet, kayu), perikanan (ikan laut), pertambangan (tembaga, timah)

Penduduk

Sebagian besar orang Thailand adalah anggota kelompok etnis Thai/Lao. Mereka diyakini merupakan keturunan dari orang-orang yang bermigrasi dari China selatan dan tenggara pada tahun 500-an Masehi. Ada juga orang-orang keturunan China, Melayu, Khmer (Kamboja), dan Vietnam. Sejumlah kecil kelompok etnis lain juga ada di Thailand.
Sekitar setengah dari penduduk Thailand tinggal di atau dekat daerah perkotaan di gedung-gedung modern. Lainnya tinggal di desa-desa. Rumah desa tradisional dibangun dari kayu atau bambu. Atapnya terbuat dari rumbia atau seng.
Pakaian gaya Barat sekarang umum di Thailand. Tetapi beberapa orang Thai di daerah pedesaan mengenakan pakaian tradisional. Baik pria maupun wanita memakai pakaian panjang dan longgar yang disebut sarung, dan laki-laki kadang-kadang memakai cawat. Dalam rumah-rumah pribadi, anggota keluarga dan tamu tidak memakai alas kaki.
Bahasa
Bahasa resmi negara adalah bahasa Thai. Kebanyakan orang berbicara dengan dialek Bangkok. Bahasa Inggris secara luas diajarkan di sekolah dan banyak orang Thai mampu menggunakannya dengan lancar.
Agama
Kebanyakan orang Thailand beragama Budha. Seluruh negara dihiasi dengan ribuan candi Budha yang disebut wat. Setiap laki-laki Thailand diharapkan bisa melayani di wat selama minimal tiga bulan. Setiap hari saat fajar, para biksu Budha pergi di antara orang-orang untuk menerima makanan. Pada hari-hari suci dan selama festival, orang-orang membawa makanan untuk wat. Hampir 5 persen dari populasi Thailand adalah Muslim.
Pendidikan
Sistem sekolah Thailand memiliki tiga tingkat utama: pendidikan dasar, menengah (termasuk sekolah menengah), dan pendidikan tinggi. Di masa lalu, hanya pendidikan dasar yang diwajibkan. Namun, sejak tahun 1997 pendidikan hingga sekolah menengah (dua belas tahun) wajib dan juga gratis.
Thailand memiliki banyak universitas. Yang paling tua dan paling bergengsi adalah Chulalongkorn dan Thammasat, keduanya di Bangkok. Rasa hormat orang Thai pada pendidikan tercermin dalam tingkat melek huruf negara yang tinggi, berada di atas 90 persen.
Makanan
Nasi adalah makanan pokok. Masakan Thailand sangat pedas. Biasanya mencakup banyak sayuran dengan ikan, daging babi, atau ayam. Kecap ikan, cabai, dan cabai pasta adalah bahan utama dalam masakan Thailand. Buah-buahan tropis juga merupakan bagian dari sajian Thailand.
Olahraga dan Rekreasi
Tinju tradisional Thailand (Thai boxing) adalah salah satu olahraga favorit. Favorit lain adalah takraw, persilangan antara sepak bola dan voli. Olahraga Barat seperti basket dan tenis juga menjadi populer.

Bentang Alam

Thailand terletak di pusat Asia Tenggara. Negara ini berbatasan dengan Myanmar, Laos, Kamboja, dan Malaysia.
Negara ini terdiri atas empat bidang wilayah yang berbeda. Wilayah daratan tengah adalah daerah yang paling padat penduduknya dan subur di negara itu. Wilayah barat laut bergunung-gunung dan mencakup sebagian besar hutan tropis di negara itu. Titik tertinggi Thailand, Doi Inthanon (2.576 meter), terletak di sana.
Wilayah timur laut, atau Dataran Tinggi Khorat, memiliki tanah yang buruk yang tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Wilayah selatan adalah jalur sempit tanah di Semenanjung Malaya, yang merupakan milik Thailand dan Malaysia. Wilayahnya terdiri atas pegunungan berhutan lebat.
Sungai dan Perairan Pesisir
Thailand memiliki dua sistem sungai utama, Chao Phraya (atau Me Nam) dan Mun. Bersama dengan empat cabang terbesarnya, Chao Phraya mengalir baik ke Thailand utara maupun ke dataran tengah. Sungai Mun mengalir di timur laut Thailand. Sungai ini mengalir ke Mekong, salah satu sungai utama di Asia.
Thailand juga memiliki garis pantai sekitar 3.200 kilometer di sepanjang Teluk Thailand dan Laut Andaman. Phuket, pulau terbesar di negara itu, ada di lepas pantai barat daya di Laut Andaman.
Iklim
Thailand memiliki iklim tropis dengan tiga musim: panas, hujan, dan dingin. Suhu rata-rata untuk sebagian besar negara berkisar dari sekitar 18 sampai 35 ° C, tergantung pada musim dan elevasi. Curah hujan tahunan bervariasi, berkisar dari sekitar 1.000 mm di dataran tengah hingga sekitar 5.600 mm di semenanjung selatan.
Sumber Daya Alam
Tanah yang subur adalah sumber daya alam utama Thailand. Wilayah daratan tengah adalah salah satu daerah yang paling produktif di dunia untuk menanam padi. Perairan pesisir Thailand kaya akan kehidupan laut, meskipun telah habis dalam beberapa tahun terakhir.
Timah adalah mineral yang paling penting dan ekspor utama di negeri ini. Thailand merupakan produsen tungsten terbesar kedua dan produsen timah terbesar ketiga di dunia. Deposit mineral lainnya meliputi gas alam, batu bara muda (brown coal), dan gipsum.
Hutan pernah menjadi sumber jati dan kayu berharga lainnya. Tapi penebangan dan pertanian telah secara drastis mengurangi wilayah hutan negara. Pembalakan dilarang pada tahun 1989, dan hutan hujan Thailand yang tersisa menjadi sumber obat-obatan yang semakin penting.

Ekonomi

Sejak tahun 1960, kebijakan pemerintah telah mengonversi Thailand dari negara pertanian ke industri. Antara tahun 1985 dan 1995, Thailand memiliki salah satu tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Negara ini terutama didorong oleh pembuatan barang untuk ekspor. Barang ini meliputi pakaian, mainan, sirkuit terpadu, dan bagian alat elektronik. Namun, setelah tahun 1997, perekonomian menurun. Banyak perusahaan bangkrut dan pengangguran meluas.
Untuk merangsang pertumbuhan industri di selatan, pemerintah Thailand, bersama dengan pemerintah Malaysia, membangun jaringan pipa gas sepanjang 375 kilometer. Jaringan ini dimulai dari perbatasan Thailand dengan Malaysia hingga ke Teluk Thailand. Proyek yang dimulai pada tahun 2003 ini selesai pada tahun 2007.
Jasa
Jasa menyumbang sekitar 50 persen dari perekonomian Thailand. Sektor ini mencakup jasa pribadi dan bisnis, perdagangan grosir dan eceran, keuangan, asuransi, real estate, transportasi, utilitas, dan komunikasi. Bisnis yang terkait dengan pariwisata juga termasuk dalam sektor jasa.
Manufaktur
Manufaktur menyumbang 35 persen dari perekonomian Thailand. Item yang diproduksi meliputi tekstil dan pakaian, minuman, produk tembakau, semen, dan perhiasan. Barang-barang manufaktur lainnya adalah peralatan dan komponen listrik, komputer dan bagian-bagian komputer, sirkuit terpadu, furnitur, dan plastik.
Pertanian
Ekonomi Thailand tidak lagi berbasis pertanian. Namun, lebih dari setengah penduduknya masih terlibat dalam beberapa kegiatan pertanian. Thailand tetap menjadi salah satu eksportir utama dunia dari produk-produk pertanian, seperti beras, singkong, karet, tebu, kedelai, dan buah-buahan.

Kota-kota Besar

Bangkok adalah ibu kota, kota terbesar, pelabuhan utama, dan pusat ekonomi dan budaya Thailand. Bangkok juga merupakan salah satu kota besar di Asia Tenggara. Wilayah metropolitan Bangkok, yang meliputi bagian dari beberapa kota yang berdekatan -Nonthaburi, Pathum Thani, Samut Prakan, dan Nakhon Pathom- memiliki populasi sekitar 12 juta. Nama Thai untuk kota Bangkok adalah Krung Thep, atau “City of Angels.” Orang-orang dari seluruh negeri datang untuk bekerja, belajar, dan berwisata, atau beribadah di banyak kuil Budha yang indah.
Kota penting lainnya adalah Chiang Mai, pusat budaya dan agama di utara. Ratusan kuil Budha menjadikan kota ini salah satu tujuan wisata yang paling penting di kawasan itu. Songkhla, di semenanjung, merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan. Nakhon Si Thammarat, juga di semenanjung, adalah salah satu pusat Budha tertua di Thailand. Dan Nakhon Ratchasima, di timur, merupakan pusat perdagangan dan industri.

Warisan Budaya

Musik
Musik rakyat populer dengan kebanyakan orang Thai, terutama di timur laut. Tapi banyak orang Thai mendengarkan musik pop dan rock. Musik klasik Thai, dulu terbatas pada istana, juga populer. Musisi sering ditampilkan dengan ansambel yang disebut piphat. Piphat meliputi simbal, gong, drum, dan alat musik tiup mirip dengan oboe.
Seni
Seni tradisional Thailand sifatnya relijius dan mencakup patung, lukisan, dan arsitektur candi. Pengrajin Thai dikenal karena tekstil mereka yang indah, terutama sutra, serta furnitur bambu dan rotan.
Sastra
Sastra paling awal Thailand ditulis pada tahun 1200-an. Sastra itu sering menampilkan tema yang berhubungan dengan agama atau raja. Penulis modern Thailand yang terkemuka misalnya Dok Mai Sot, Si Burapha, Kukrit Pramoj, dan Jit Phoumisak.
Teater dan Tari
Bentuk paling terkenal dari teater tradisional Thailand adalah khon. Khon adalah sebuah drama koreografis yang didasari pada tema Hindu. Pertunjukan ini dilakukan oleh penari dengan kostum dan masker yang rumit. Bentuk lain dari teater adalah lakhon dan likay, yang lebih informal. Teater ini juga mendramatisir suatu tema.

Pemerintah

Sampai tahun 1932, Thailand adalah sebuah monarki absolut. Pada tahun 1932, setelah revolusi tak berdarah, pemerintah menjadi monarki konstitusional. Raja sekarang menjabat sebagai kepala negara tetapi memiliki sedikit kekuatan politik. Raja Thailand saat ini adalah Bhumibol Adulyadej (Rama IX), yang menduduki takhta sejak tahun 1946. Dia adalah raja terlama yang masih hidup di dunia.
Lembaga legislatif adalah Majelis Nasional yang terdiri atas dua kamar, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Senator, sebelumnya ditunjuk oleh raja, telah dipilih sejak tahun 2000 untuk masa jabatan 6 tahun. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan 4 tahun. Perdana menteri, yang merupakan kepala pemerintahan, harus menjadi anggota DPR dan dipilih oleh badan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar